JOGJA.DIKSIBER.id | YOGYAKARTA – Memasuki usia ke-14, Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengukuhkan posisinya sebagai pusat unggulan kardiovaskular dengan meresmikan fasilitas operasi jantung berteknologi tinggi, sekaligus mengumumkan rencana ambisius pembangunan Tower Medik Sentra dan Gadjah Mada Eye Centre.

Di gedung berlantai lima yang berdiri kokoh di kawasan Sleman, sebuah layanan kesehatan diluncurkan. RSA UGM secara resmi meresmikan kamar operasi jantung yang terintegrasi dengan ICU perioperatif bedah jantung. Sebuah fasilitas yang menjadi bukti nyata kematangan institusi kesehatan akademik ini setelah 14 tahun berdiri dan melayani.

Peresmian bersejarah itu menjadi puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 RSA UGM yang digelar di Auditorium Lantai 5 RSA UGM, Kamis 2 April 2025 lalu. Acara yang dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, tenaga medis dan mitra strategis ini menjadi momentum penting untuk merayakan capaian sekaligus menatap masa depan yang lebih gemilang.

Bagi RSA UGM, perayaan HUT ke-14 bukan sekadar seremonial tahunan. Di balik kemeriahan itu, tersimpan makna yang jauh lebih dalam: transformasi nyata sebuah rumah sakit yang telah beranjak dari fase pertumbuhan menuju fase kematangan yang sesungguhnya.

Direktur Utama RSA UGM Dr. dr. Darwito, S.H., Sp.B. Subsp. Onk (K), dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang telah diraih RSA UGM selama 14 tahun terakhir.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan RSA UGM dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat,” kata dr. Darwito, dalam keterangannya, Minggu (5/4/2026).

Capaian itu bukan isapan jempol. RSA UGM kini berhasil meningkatkan jumlah pasien secara signifikan, sebuah indikator kepercayaan publik yang terus tumbuh. Yang lebih membanggakan, kepercayaan itu tidak hanya datang dari masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pasien RSA UGM kini berdatangan dari Jawa Timur, bahkan dari wilayah Pantura, ini merentangkan jangkauan layanan kesehatan yang semakin luas melampaui batas geografis.

Di antara berbagai pencapaian yang dipersembahkan pada hari itu, satu momentum paling penting adalah peresmian kamar operasi jantung yang terintegrasi langsung dengan ICU perioperatif bedah jantung. Fasilitas ini menjadi lompatan besar dalam peta layanan kardiovaskular di Indonesia, khususnya di Yogyakarta.

Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. yang turut memberikan sambutan, mengapresiasi keberanian RSA UGM dalam menghadirkan inovasi tersebut. Bagi dia, kehadiran fasilitas operasi jantung terintegrasi ini merupakan sebuah keberanian luar biasa dari sebuah rumah sakit.

“Saya kira apa yang dilakukan ini sekaligus membuka peluang pengembangan bukan hanya untuk pelayanan tetapi juga riset-riset inovatif dalam bidang kardiovaskular,” ujarnya.

Bagi Prof. Ova Emilia, keberadaan fasilitas ini bukan hanya soal penambahan layanan medis semata. Lebih dari itu, ini adalah pintu gerbang bagi pengembangan riset kardiovaskular yang berpotensi memberi dampak luas bagi dunia kesehatan Indonesia dan mendorong lahirnya terobosan-terobosan ilmiah di bidang penyakit jantung dan pembuluh darah.

Sebagai rumah sakit yang lahir dari rahim universitas riset kelas dunia, RSA UGM memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki rumah sakit biasa, yaitu integrasi mendalam antara layanan kesehatan klinis dan pendidikan tenaga medis berkualitas tinggi.

Prof. Ova Emilia menegaskan bahwa karakter akademik inilah yang menjadi kekuatan sekaligus arah pengembangan RSA UGM ke depan. Menurut dia, rumah sakit akademik ini memiliki fokus yang kuat pada pendidikan, dan hal tersebut menjadi aset strategis untuk mengembangkan rumah sakit secara berkelanjutan.

“Pendidikan yang diharapkan tersebut menjadi aset untuk perkembangan rumah sakit ini menjadi arah yang dapat kita dukung dan kita terus unggulkan,” tambahnya.

Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarberbagai pihak yang selama ini turut membesarkan RSA UGM. Menurut dia, sinergi yang kuat antara akademisi, klinisi dan mitra strategis merupakan kunci untuk mewujudkan visi besar RSA UGM sebagai rumah sakit akademik yang unggul di tingkat nasional dan internasional.

RSA UGM tidak hanya merayakan capaian masa lalu. Dalam laporannya, Direktur Utama Darwito juga membeberkan rencana ambisius yang tengah dipersiapkan: pembangunan Tower Medik Sentra dan Gadjah Mada Eye Centre. d
Dua fasilitas strategis yang akan semakin memperkuat posisi RSA UGM di peta layanan kesehatan nasional.

“Semoga nanti diharapkan 1 Juli, nantinya sudah mulai pembangunan,” imbuh dr. Darwito.

Dua fasilitas baru ini diharapkan semakin memperkuat posisi RSA UGM sebagai pusat layanan kesehatan komprehensif, tidak hanya dalam bidang bedah jantung, tetapi juga oftalmologi dan berbagai spesialisasi lainnya.

“Dengan hadirnya kedua fasilitas tersebut, RSA UGM berambisi menjadi rumah sakit rujukan nasional yang mampu bersaing dengan institusi-institusi kesehatan terkemuka di Indonesia,” ucapnya.

Di balik kemajuan fasilitas medis yang terus berkembang, RSA UGM juga membuktikan kepeduliannya terhadap lingkungan hidup. Rektor UGM secara khusus mengapresiasi implementasi program green hospital melalui instalasi biogas yang telah dijalankan oleh RSA UGM, sebuah langkah nyata yang sejalan dengan komitmen UGM sebagai kampus berkelanjutan bertaraf internasional.

Program biogas ini tidak hanya mengurangi jejak karbon RSA UGM, tetapi juga menjadi contoh teladan bagi rumah sakit-rumah sakit lain di Indonesia dalam mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan lingkungan ke dalam operasional layanan kesehatan sehari-hari.

Lebih lanjut, Prof. Ova Emilia menuturkan, di usianya yang ke-14, RSA UGM bukan lagi sekadar rumah sakit yang sedang tumbuh. Dengan fasilitas operasi jantung terintegrasi yang baru diresmikan, rencana pembangunan Tower Medik Sentra dan Gadjah Mada Eye Centre yang segera terwujud, serta komitmen kuat pada inovasi riset dan pendidikan tenaga kesehatan, RSA UGM telah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu institusi kesehatan akademik paling progresif di Indonesia. Perjalanan panjang 14 tahun ini bukan sebuah akhir, melainkan fondasi kokoh menuju babak baru yang lebih gemilang.

Mengakhiri sambutannya, Prof. Ova Emilia menyampaikan harapan besar bagi RSA UGM agar senantiasa adaptif terhadap segala kemajuan zaman dan terus berinovasi tanpa henti.

“Semoga RSA UGM semakin mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan, terutama dalam memperkuat kontribusinya di bidang pendidikan tenaga kesehatan,” ungkapnya. ***