JOGJA.DIKSIBER.id | YOGYAKARTA – Kegiatan rutin bulanan Posyandu Balita dan Lansia di Dusun Worawari hadir dengan terobosan baru saat tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit III.A.3 turut hadir membantu dengan mengemban misi menekan angka stunting.
Semangat kepedulian terhadap generasi penerus bangsa itu mendapatkan respon positif dengan hadirnya puluhan ibu membawa buah hati mereka, Selasa 10 Februari 2026, ke Posyandu Balita dan Lansia Dusun Worawari.
Stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis sejak dalam kandungan, masih menjadi momok di berbagai pelosok Indonesia, tak terkecuali di wilayah perdesaan Yogyakarta.
Kehadiran mahasiswa KKN UAD Unit III.A.3 di Dusun Worawari menjadi bagian kecil namun bermakna dari upaya bersama memutus mata rantai persoalan kesehatan yang berdampak jangka panjang itu.
Dosen pembimbing KKN UAD Unit III.A.3 Yuniar Wardani, S.KM., MPH., Ph.D., menekankan betapa strategisnya momentum posyandu sebagai wadah penyebaran informasi kesehatan.
“Edukasi mengenai stunting sangat penting disampaikan secara langsung kepada masyarakat, terutama kepada ibu yang memiliki balita. Melalui kegiatan posyandu seperti ini, kita tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memberikan pemahaman agar orang tua lebih peduli terhadap pemenuhan gizi, pola asuh, dan kesehatan anak sejak dini,” ujar Yuniar Wardani, dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).
Pernyataan tersebut mencerminkan filosofi yang mendasari keterlibatan kampus dalam kehidupan nyata masyarakat: bahwa ilmu pengetahuan hanya bermakna ketika ia mampu menyentuh dan mengubah kehidupan orang banyak.
Suasana hangat langsung terasa begitu kegiatan dimulai. Para kader posyandu yang sudah terlatih bergerak sigap, sementara mahasiswa KKN menyebar untuk membantu di berbagai pos pelayanan.
Kegiatan diawali dengan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan balita, dua indikator utama dalam pemantauan tumbuh kembang anak yang menjadi acuan deteksi dini stunting.
Mahasiswa KKN UAD Unit III.A.3 aktif membantu proses pencatatan hasil pengukuran, memastikan data pertumbuhan setiap anak tercatat dengan akurat dan rapi. Di sudut lain, para lansia yang hadir tidak luput dari perhatian, mereka mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar sebagai wujud kepedulian menyeluruh terhadap seluruh lapisan masyarakat Dusun Worawari.
Sinergi antara kader posyandu yang berpengalaman dengan semangat muda para mahasiswa menciptakan dinamika pelayanan yang lebih hidup. Bukan hanya efisiensi yang meningkat, tetapi suasana kebersamaan yang terbangun juga membuat para ibu merasa lebih nyaman dan terbuka.
Di tengah kesibukan pelayanan, mahasiswa KKN memberikan edukasi pencegahan stunting bagi para ibu balita dengan penyampaian materi yang dirancang komunikatif dan interaktif agar mudah dicerna oleh seluruh peserta.
Materi edukasi yang disampaikan mencakup empat pilar pencegahan stunting: pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak masa kehamilan dan pasca-melahirkan; manfaat pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi; panduan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat dari segi jenis, jumlah, dan waktu pemberiannya; serta pentingnya memantau tumbuh kembang anak secara rutin melalui posyandu sebagai deteksi dini potensi masalah pertumbuhan.
Antusiasme ibu-ibu yang hadir menjadi bukti nyata bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak terus meningkat. Sesi tanya jawab berlangsung hidup, menunjukkan bahwa informasi yang dibagikan benar-benar menjawab keresahan sehari-hari para ibu.
Ketua Unit KKN UAD III.A.3, Adam, menyampaikan harapannya dengan penuh optimisme. Dengan adanya program kerja sama ini dia berharap bisa menurunkan angka prevalensi stunting di Dusun Worawari serta menambah wawasan dan ilmu baru bagi ibu balita dalam pencegahan stunting.
“Selain itu, saya juga berharap program pencegahan stunting ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan,” imbuh Adam.
Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari harmoni yang terbangun antara mahasiswa KKN dan para kader posyandu. Kolaborasi keduanya menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan komunitas lokal dalam memperkuat peran keluarga sebagai garda terdepan pencegahan stunting.
Kader posyandu membawa pengetahuan lapangan dan kepercayaan warga yang sudah lama terbangun, sementara mahasiswa KKN hadir dengan perspektif ilmiah terkini dan energi yang segar. Perpaduan ini menciptakan ekosistem edukasi kesehatan yang lebih kuat dan efektif.
Kehadiran mahasiswa KKN Unit III.A.3 tidak hanya membantu kelancaran teknis kegiatan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan. Sebuah investasi jangka panjang yang nilainya jauh melampaui hari pelaksanaan.
Ketika kegiatan posyandu itu usai, para ibu pulang dengan pengetahuan baru; para lansia kembali ke rumah dengan ketenangan setelah menjalani pemeriksaan. Dan para mahasiswa KKN meninggalkan tempat itu dengan satu keyakinan bahwa perubahan yang nyata selalu dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Melalui kegiatan ini, Adam mengharapkan upaya pencegahan stunting di Dusun Worawari dapat terus berjalan secara berkelanjutan, tidak hanya selama masa KKN berlangsung, tetapi menjadi bagian dari budaya hidup sehat yang tertanam kuat di tengah masyarakat.
“Karena generasi unggul Indonesia tidak lahir dari kebijakan di atas kertas semata, melainkan dari tangan-tangan yang mau bergerak, peduli, dan hadir langsung di tengah masyarakat,” ungkapnya. ***
